Kamis, 07 April 2011

Wisata Museum : Lukisan Sejarah di atas Kanvas

Wisata - Saya tertegun sejenak. Memandangi lukisan karya maestro seni lukis Indonesia, almarhum Afandi, yang terpajang di Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta Barat, membuat saya terdiam dan pikiran menerawang jauh.

Sambil menatap lukisan Potret Diri dan Topeng itu, saya seakan ditarik sang maestro masuk ke tahun 1960 di saat lukisan itu dibuat. Perasaan sepi seakan menjadi teman sang maestro saat menyapukan jarinya di atas kanvas. Di saat bersamaan suasana gundah dan penuh hiruk pikuk dalam sanubari yang bercampur saat melukis tergambar dalam pilihan warna gelap, kecoklatan, sedikit garis kuning sampai kemerahan yang “tumpah” di kanvas berukuran 102 x 88 cm tersebut.

Saya maju, mendekat dan mengamati lukisan itu dari jarak sangat dekat. Bahkan wajah hampir menempel dengan kanvas untuk memeriksa detail lukisan tersebut. Luar biasa. Kebiasaan sang maestro yang kerap melukis tanpa menggunakan kuas, tapi dengan langsung memencet cat dari tubenya seakan menyiratkan pesan tersendiri.

Afandi seakan berpesan akan realita kehidupan, yang terkadang jelas dan kemudian buram. Guratan-guratan warnanya menjadi cerita tersendiri bagaimana ia memaknai hidup.

Nah, bagi kalian semua yang ingin melihat lebih dekat karya-karya maestro lukis Indonesia, silahkan datang ke Museum Seni Rupa dan Keramik di jalan Pos Kota No.2 Jakarta Barat. Di sana banyak lukisan yang menggambarkan sejarah dan wajah bangsa karya perupa Tanah Air, Raden Saleh, Basuki Abdulah, Antonio Blanco dan lain sebagainya.

Di ruangan bagian depan museum yang dibangun 12 Januari 1870 itu digunakan juga untuk mengumpulkan koleksi keramik. Beberapa berasal dari abad kesembilan dan sepuluh, juga ada koleksi gerabah dari beberapa suku di Indonesia. Keramik yang kebanyakan berasal dari kapal karam serta beberapa penemuan di daratan itu memang cukup fenomenal. Sebagian hanya bersisa kepingan saja, lainnya ada yang utuh namun banyak juga yang nyaris tidak berbentuk.

Silahkan datang dan berkunjung ke sana. Temukan sendiri romantisme masa lalu dengan memandangi benda dan lukisan bersejarah yang fenomenal.

Event Green Hornet Sony Ericsson

Gedjet - Pabrikan ponsel Sony Ericsson mengawali tahun 2011 dengan kampanye film The Green Hornet yang dirilis Sony Pictures. “Beragam aktivitas menarik kami sediakan untuk mendukung kampanye film The Green Hornet di Indonesia, seperti consumer promo, special bundling, re-opening Sony Ericsson Shop, cinema roadshow, after sales program, nonton bareng, serta kontes Facebook dan Twitter.” ujar Djunadi Satrio selaku Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.

Dapatkan paket the Green Hornet Limited Edition saat membeli ponsel Sony Ericsson tipe Xperia X8 / X10 Mini / X10 Mini Pro dengan harga spesial di gerai Sony Ericsson Shop, Erafone, Global Teleshop, Selular Shop dan Okeshop yang berpartisipasi. Ponsel tersebut telah dibundling dengan Car Charger AN-401 dan ponsel Sony Ericsson Xperia X10 akan di bundling dengan Bluetooth VH-110. Paket ini sudah termasuk souvenir dan starter pack XL dimana pelanggan bisa mendapatkan layanan Internet Unlimited dengan Rp 99.000/bulan dan dapatkan bonus berupa 150 menit telepon, 150 SMS dan 150 MMS.

Sementara itu, Agung Wijanarko, Head of Device Management XL mengatakan, “XL gembira dapat bekerja sama dengan brand terkemuka sekelas Sony Ericsson dalam mengenalkan produk-produk ponsel pintar kepada masyarakat luas. Kami yakin program bundling layanan internet unlimited dari XL akan semakin memanjakan para pengguna ponsel pintar Sony Ericsson dalam mengakses hiburan termasuk film The Green Hornet.”

Rabu, 06 April 2011

NARWASTU Band - Siap Ke Jakarta

Music - NARWASTU dalam banyak referensi adalah
wewangian yang menenangkan dan disukai para raja. Bukan asal pilih
kalau arek-arek asal Surabaya ini, memilih nama NARWASTU sebagai pijakan. Tentu mereka ingin menjadi band yang memberikan keharuman karya di blantika musik Indonesia.



Berawak Donee [vokal], Andree [bass], Wawan [gitar] dan Chandra [keyboard],
NARWASTU resmi terbentuk sejak 6 Juli 2008 silam. Bukan perjalanan
singkat menembus industri musik Indonesia. Lewat usungan musik pop yang
mereka bawakan, NARWASTU akhirnya berhasil menembus ketatnya industri
ini.



Single pertama 'Kurelakan' dirilis
ke pasar pertengahan tahun 2010 silam. Menjadi penghantar yang cukup
ampuh. Single ini sempat menjadi lagu “kebangsaan” di beberapa radio di
daerah. Bahkan masuk di chart terhormat.



Kini, NARWASTU melepas single keduanya 'Kenanglah Aku Sebelum Engkau Tidur' [K.A.S.E.T].
Tentunya ---lagu yang bercerita soal pasangan yang saling mencintai
tapi tak bisa dipersatukan-- ini ingin mengulang sukses single
pertamanya. Menyimak karakter lagu yang sederhana, aransemen yang tidak
ribet dan lirik yang membumi, kans untuk disukai penggemarnya menjadi
amat besar.



Oh ya, fans mereka disebut The Tunerz
–diambil dari suku kata terakhir di kata NARWARSTU. “Merekalah yang
selama ini membuat kami tetap membut karya yang terbaik,” jelas Donee,
vokalisnya.



Dan kalau kemudian NARWASTU memberikan wewangian di jagat musik Indonesia, tampaknya bukan hal yang mengejutkan lagi.

Si Mungil Dimsum Enak Rasanya

food beferage - Dim Sum memang selalu menarik perhatian ketika kita memasuki resto fast food oriental. Bentuknya yang cantik dengan berbagai varian dapat membuat selera makan kita menjadi bertambah, tidak heran jika makanan kecil ini digemari oleh semua usia. Makanan yang berasal dari Kanton, Cina bagian Selatan, memang mampu menyihir orang untuk segera kembali menyantapnya. Tidak heran kalau arti dari makanan ini adalah 'sedikit dari hati atau menyentuh hati', dalam bahasa Kanton.

Tapi, bagaimana yah awal mula dim sum ini??? Ada beberapa versi yang mengaitkannya dengan tradisi warga Cina yang gemar meminum teh. Hmmm, kala itu ketika warung teh sudah bermunculan sejak masa Jalur Sutra dan Dinasti Han (206 SM) hingga Dinasti Yuan (Abad 14 M), para petani, buruh dan pedagang yang berbisnis di sepanjang Jalur Sutra kerap mampir di kedai teh pinggir jalan untuk melepas lelah sambil menikmati dim sum. Tapi ada juga yang mengatakan dim sum merupakan kudapan favorit kaisar ketika bersantai sambil menikmati kehangatan chinese tea lho! Dim sum juga dikenal dengan istilah yum cha, yang terjemahannya sih berarti minum teh. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman menikmati dim sum yang selalu ramai dan menyenangkan. Oh yaa??

Ya sudahlah, whateverrr! Versi boleh bermacam-macam, yang penting sekarang kita bisa menikmatinya. Hehehe.. Makanan kecil yang menyehatkan ini memang cocok menemani kita saat bersantai bersama keluarga.